Mengenai Saya

Foto saya
Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia

Sabtu, 14 November 2020


DOWNLOAD FILE PDF

PERAN GURU PAK DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA MENGHADAPI PENDIDIKAN DI ERA GLOBAL

ABSTRAK

 

Sikap professional seorang guru sangat diperlukan dalam menghadapi pendidikan di era global ini. Tugas guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik, mengasuh, membimbing dan membentuk kepribadian siswa guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia. Perkembangan teknologi sekarang yang tak bisa dibendung semakin hari terus mengalami perkembangan tanpa memperhatikan etika, karakter serta moral dari manusia, maka sangat dibutuhkan perhatian dari berbagai pihak terkususnya peran dan perhatian para guru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam belajar dan mengajar dengan tujuan menolong siswa untuk mengenal dunia pendidikan dari yang tidak tahu menjadi tahu, terlebih untuk mengenal kebenaran Allah.

Guru pendidikan agama kristen berperan penting dalam pengawasan etika, karakter dan moral dari siswa. Sebagian besar siswa mengalami masalah krisis karakter, di mana mereka tidak terkontrol oleh pengaruh perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, keadaan lingkungan dapat mempengaruhi etika, karakter, dan moral. Keadaan seperti ini sangat mengkwatirkan semua pihak akhir-akhir ini, bukan saja orang tua, tetapi juga gereja dan lembaga pendidikan. Karena itu peran guru sangat diharapkan dalam membentuk karakter dan moral dari siswa. Maka sangat diharapkan Guru Pendidikan Agama Kristen mampu melaksanakan tugasnya dengan rasa tanggung jawab sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran yakni membentuk dan menciptakan generasi yang berakhlak mulia, bertanggungjawab dan memiliki karakter Kristus.

Kata kunci: Peran Guru, Pendidikan Agama Kristen, Karakter Siswa, era global.



PENDAHULUAN

 

Guru merupakan sosok yang begitu dihormati karena memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Ketika orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah, pada saat itu juga orang tua menaruh harapan terhadap guru, agar anaknya dapat berkembang secara optimal (Mulyasa, 2005:10). Minat, bakat, kemampuan, dan potensi yang dimiliki peserta didik tidak akan dapat berkembang secara optimal tanpa bantuan guru. Dalam kaitan ini guru perlu memperhatikan peserta didik secara individual. Tugas guru tidak hanya mengajar, namun juga mendidik, mengasuh, membimbing, dan membentuk kepribadian siswa guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM).

Pendidikan memiliki keterkaitan erat dengan globalisasi. Dalam menuju era globalisasi, Indonesia harus melakukan reformasi dalam dunia pendidikan, yaitu dengan menciptakan sistem pendidikan yang lebih komprehensif dan fleksibel, sehingga para lulusan dapat berfungsi secara efektif dalam kehidupan masyarakat global demokratis. Oleh karena itu, pendidikan harus dirancang sedemikian rupa agar memungkinkan para anak didik dapat mengembangkan potensi yang dimiliki secara alami dan kreatif dalam suasana penuh kebebasasn, kebersamaan dan tanggung jawab. Selain itu, pendidikan harus dapat menghasilkan lulusan yang bisa memahami, masyarakatnya dengan segala faktor yang dapat mendukung mencapai sukses ataupun penghalang yang menyebabkan kegagalan di dalam kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut salah satunya ditentukan oleh sikap profesionalisme seorang guru.

Berbicara tentang peran guru Pendidikan Agama Kristen dalam membentuk karakter siswa maka tidak terlepas dengan pengaruh perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang sangat pesat yang membuat karakter manusia menjadi sampingan dan tidak menjadi perhatian atau fokus utama Fenomena sosial, antara lain penyimpanganpenyimpangan yang dilakukan oleh generasi muda yang mengakibatkan kondisi moral, karakter etika menjadi rusak. Dapat dikatakan bahwa guru memiliki peran yang begitu penting dalam dunia pendidikan mulai dari tingkat bawah sampai dengan tingkat atas. Seorang guru yang mengaja bisa menolong para perserta didiknya untuk mengenal sang pencipta (Allah), tidak hanya sebatas itu, guru akan membantu agar perserta didik memiliki karakter serupa dan segambar dengan Tuhan Yesus. Guru adalah teladan bagi siswa di sekolah, guru Pendidikan Agama Kristen dimampukan menjadi teladan karena telah mengalami lahir baru dan dituntun oleh Roh Kudus sehingga guru Pendidikan Agama Kristen memiliki peranan yang besar untuk membentuk karakter siswa yang benar dan mengarahkan siswa untuk mengerti tujuan hidup sesungguhnya.

Oleh sebab itu menjadi guru Pendidikan Agama Kristen bukanlah satu hal yang muda karena ini merupakan pekerjaan yang mulia, panggilan yang istimewa dikhususkan, berbeda dengan guru-guru yang lainnya, seorang pendidik yang mengajar di bidang kekristenan akan membawa perserta didik untuk mengenal Kristus Yesus secara benar sesuai dengan ajaran Alkitab. Pembentukan karakter menjadi hal yang sangat penting diajarkan pada siswa sejak duduk di bangku sekolah. Sikap dan perilaku guru menjadi model dan teladan bagi siswa untuk berperilaku, sehingga guru seharusnya memiliki karakter, etika dan moral yang baik dan benar. Mengajar bukan hanya sekedar keterampilan dan pemberian informasi ilmu pengetahuan pada siswa, tetapi mengajar lebih dari sekadar itu, sehingga melalui peran guru Pendidikan Agama Kristen dalam pembentukan karakter, kemerosotan karakter dalam pendidikan dapat diperbaiki. Guru memegang peran penting dan harus tampil menjadi figur yang mampu memberikan contoh yang baik bagi siswanya. Guru mempunyai tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses perkembangan anak didik. Guru merupakan orang yang memiliki peran sangat penting dalam pembentukan karakter siswa. Anak didik yang berkarakter akan dapat meningkatkan derajat dan martabat bangsa.


HASIL DAN PEMBAHASAN

 

Guru merupakan orang yang dipercayakan Tuhan dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan karunia yang telah diberikan kepadanya. “Guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar, yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial dalam bidang pembangunan. Selain sebagai pengajar guru sekaligus sebagai pembimbing yang memberikan pengarahan dan menuntun siswa ke cita-cita dan kepada kebaikan. Dalam sejarah pendidikan, guru merupakan sosok teladan bagi peserta didik. Dengan demikian guru harus memiliki strategi atau cara dalam mengajar.

Dalam Perjanjian Baru, mengajar dapat dipahami dari pelayanan Yesus Kristus dan karena pendidikan agama Kristen tidak lepas dari Yesus Kristus, yang adalah guru yang dikirimkan oleh Allah kepada seluruh ciptaan-Nya. Guru Pendidikan Agama Kristen sangat penting untuk membimbing anak didik ke arah yang lebih baik, karena Pendidikan Agama Kristen berfokus kepada pengajaran Alkitab yang merupakan otoritas tertinggi. Karena itu, John M. Nainggolan mengutip tulisan Agus Kala Padang mengatakan bahwa “Guru Pendidikan Agama Kristen harus memiliki sikap yang tulus dalam pengajarannya yaitu guru menjadi teladan dalam hal pengetahuan, sikap hidup dan dalam banyak hal bagi murid-muridnya. Oleh karena itu seorang guru harus senantiasa mencerminkan hidup yang pantas dan layak sebagai suatu teladan yang baik bagi murid-muridnya3 .


 Pengertian Pendidikan Agama Kristen 

    Pendidikan agama Kristen adalah tugas panggilan gereja untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan peserta didik agar dengan pertolongan Roh Kudus dapat memahami dan menghayati kasih Allah dalam Yesus Kristus yang dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari terhadap sesama dan lingkungannya. Berdasarkan pendapat para ahli bahwa berbicara tentang PAK perlu diiingat satu prinsip dasar bahwa PAK adalah praktek hidup gereja sebagi komunitas orang beriman, yang bertujuan untuk mengasuh maupun menanamkan iman kepercayaan akan Yesus Kristus.


Tujuan Pendidikan Agama Kristen 

Homrighausen mengatakan bahwa tujuan Pendidikan Agama Kristen antara lain:

1.                 Memimpin murid selangkah demi selangkah kepada pengenalan yang sempurna mengenai peristiwa-peristiwa yang tedapat dalam Alkitab dan pengejaran- pengajaran yang diberitakan oleh-Nya

2.               Membimbing murid dalam cara mengguanakan kebenaran-kebenaran azasi Alkitab itu

untuk keselamatan seluruh hidupnya

3.               Mendorong ia memperaktekan azas-azas dasar Alkitab, supaya membina suatu

perangai Kristen yang kokoh.

4.               Meyakinkan supaya mengakui bahwa kebenaran-kebenaran dan azas itu menunjukan jalan untuk pemecah masalah-masalah kesusilaan,social dan politik dunia5.

Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Dan Tanggung Jawab 

Guru Sebagai Pendidik harus memiliki standar kualitas pribadi yang mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri dan disiplin. Guru PAK sebagai pendidik bertugas memperlengkapi anak didik dengan berbagai kebutuhan agar bertumbuh di dalam Yesus Kristus. Guru Sebagai Pembimbing, adalah berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya harus mampu membimbing dan bertanggung jawab atas perjalanan dan perkembangan siswa. Guru Sebagai Pengajar, adalah guru mengelola kegiatan agar peserta didiknya belajar. “Guru tidak hanya mampu menjelaskan banyak perkara tentang bahan yang dikomukasikan, tetapi juga dapat membantu peserta didiknya memahami faedah atau kegunaan dari proses belajar yang tengah berlangsung. 

Peran guru dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen untuk meningkatkan minat belajar siswa mendapatkan respons yang positif meskipun tidak secara keseluruhan adalah sebagai berikut: Pertama, guru memiliki peran sebagai motivator bagi siswa, memberi dorongan dari luar dengan motivasi yang membangun. Selain itu guru juga menjadi Konselor bagi siswa didiknya siap mendengarkan apa yang menjadi pergumulan siswa baik secara pribadi maupun keluarga supaya hubungn secara emosional antara guru dan siswa dapat terjalin satu dengan lain. Kedua, guru menjadi fasilitator untuk siswa memfasilitasi dalam belajar baik itu ruangan maupun materi yang akan siap diajarkan kepada siswa. Dan guru juga menjadi mediator sebagai jembatan bagi siswa untuk mengerti materi yang akan diajarkan. Ketiga, seorang guru harus mampu untuk mengelola kelas, agar terciptanya suasana belajar mengajar yang menyenangkan, membuat siswa merasa nyaman ada dalam kelas, kalau kelas menyenangkan dan siswa merasa aman dengan sendirinya akan ada semangat untuk belajar.

Jadi, guru Pendidikan Agama Kristen sangat berperan terhadap minat belajar siswa, baik itu dalam persiapan guru secara kognitif maupun hubungan emosional guru dengan siswa serta kererampilan guru cara mengelola kelas.

Menurut John M. Nainggolan tanggung jawab yang dipikul oleh setiap guru-guru Pendidikan Agama Kristen yang telah disediakan melingkupi sebagai berikut: Pertama; sejauh mana Pendidikan Agama Kristen di sekolah mampu memberikan dampak yang baik bagi pertumbuhan iman anak pada saat ini. Kedua; sejauh mana tanggung jawab sekolah dalam melaksanakan Pendidikan Agama Kristen kepada anak secara bertanggung jawab dan berkualitas. Ketiga; sejauh mana peranan guru Pendidikan Agama Kristen di sekolah mewujudkan tujuan Pendidikan Agama Kristen di Gereja. Keempat; sejauh mana tanggung jawab orang tua dalam mendukung pelaksanaan tugas Pendidikan Agama Kristen di sekolah. Dari pemaparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa tanggung jawab yang dipikul oleh setiap guru Pendidikan Agama Kristen itu sangat besar porsinya, karena guru bertanggung jawab untuk membentuk karakter yang berkualitas serta menumbuhkan iman dalam diri masing- masing siswanya.


Pentingya karakter

    Manfaat karakter bagi masyarakat adalah sesuai dengan yang Tuhan Yesus katakan di dalam Firman-Nya “Kamu adalah garam dan kamu adalah terang” (Matius 5:13-16). Karakter tercermin dalam setiap tindakan-tindakan nyata dalam masyarakat pada umumnya. Manfaat kedua karakter bagi pelayanan adalah sebagaimana Rasul Paulus menasihati Timotius bahwa jadilah teladan kepada semua orang dalam segala aspek kehidupanmu (1Timotius 4:11-16). Artinya, seseorang harus menghidupi apa yang dia ajarkan kepada orang lain. Untuk dapat melayani dengan baik maka diperlukan karakterkarakter yang mudah ditundukkan kepada Kristus. Arti yang ketiga ialah, karakter dapat membangun pribadi dengan secara sempurna, yakni sama seperti kehidupan Kristus. Selain itu, juga mencerminkan karakter Kristus di dalam kehidupan pribadi. Dalam Filipi 3:17, berkata “Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu”. Artinya, karakter merupakan bukti kedewasaan kita dalam menjalani kehidupan ini.


Peranan Guru dalam membentuk Karakter siswa

Seorang guru Pendidikan Agama Kristen tidak boleh mengabaikan perannya sebagai guru yang memiliki tanggung jawab membentuk karakter siswanya. Artinya, guru Pendidikan Agama Kristen tidak hanya sekadar mengajar, melainkan memberikan kontribusi yang sangat berharga lebih dari sekadar mengajar, yakni berusaha membentuk karakter siswa. Dua hal ini tidak dapat dikotak-kotakkan antara peranan guru dengan karakter. Guru Kristen bertanggung jawab mengajar prinsip dan praktis iman Kristen, atau guru yang beragama Kristen yang mengajar pelajaran apa saja, namun fokus utamanya adalah pembentukan karakter. Ada banyak faktor yang dapat membentuk karakter siswa, misalnya kondisi para siswa, ketersediaan sarana prasarana, metode belajar yang baik, dan peranan guru. “Dari semua faktor tersebut guru adalah kompenen yang sangat penting dan perlu mendapatkan sorotan khusus”.

Karakter dan kemampuan para siswa yang ada dalam kelas sudah pasti memiliki perbedaan-perbeda dan tidak satupun mempunyai kesamaan satu dengan lainnya. Bila pun ada persamaan aspek yang sama, pasti ada perbedaan di aspek lainnya. Perbedaan ini lah yang menjadi faktor pendukung untuk mewujudkan kualitas masing-masing individu. Oleh sebab itu ada beberapa karakter anak yang perlu diketahui para guru agar terlebih mengetahui keadaan peserta didiknya. Karena di dalam kelas ada terdapat banyak jumlah siswa dengan berbagai karakter yang berbeda-beda. Maka sebagai seorang guru harus dapat memahami karakter dari berbagai macam prilaku siswa. Karena berbeda prilaku, maka akan berbeda pula masalah yang akan ditimbulkan oleh siswa.

Oleh sebab itu guru harus mempunyai keahlian untuk memcahkan masalah yang ada dalam diri siswa tersebut, tanpa harus menimbulkan masalah yang lainnya. Sebelum seorang guru dapat membentuk karakter peserta didik, guru harus mengenal dan memahami karakter dan keunikan peserta didik yang berbeda-beda terlebih dahulu. Guru harus mengenal peserta didiknya satu persatu, caranya dapat melalui faktor fisiknya, intelektualnya, emosinya, keterampilannya dan lain sebagainya. Dalam menanamkan karakter yang baik, guru hendaknya bisa memberikan keteladalan, baik dalam bersikap maupun dalam berkata-kata. Karena hal tersebut bisa membuat anak cepat mengerti bagaimana ber karakter yang benar. Dengan mengarahkan, mengajarkan serta mengajaknya untuk ber etika yang baik, maka akan lebih efektif hasil dari pendidikan tersebut. Maka lama kelamaan kebiasaan tersebut akan terus bertahan dalam dirinya dan akan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. 

 

KESIMPULAN

 

Guru Pendidikan Agama Kristen memiliki tugas besar dan sangat kompleks serta terpadu. Sebagai wujud nyata peranan guru Pendidikan Agama Kristen tersebut harus melaksanakan tugasnya dengan baik dan bertanggungjawab dalam mencapai tujuan pembelajaran yang sempurna. Guru Pendidikan Agama Kristen tidak hanya sekadar mengajar, melainkan memberikan kontribusi yang sangat berharga lebih dari sekadar mengajar, yakni berusaha membentuk karakter siswa. Salah satu tujuan Pendidikan Agama Kristen adalah menjadikan siswa memiliki karakter yang baik, serupa segambar dengan Tuhan Yesus Kristus. Oleh sebab itu peran Guru Pendidikan Agama Kristen sangat berpengaruh terhadap pembentuk karakter siswa, seorang guru Pendidikan Agama Kristen perlu mengetahuai: yang pertama menjaga kekudusan hidupnya sebagai mitra Allah dalam membina, membimbing para muridnya menjadi murid yang berkarakter seperti Dia serta menjaga sikapnya sebagai pendidik; yang kedua menyadari bahwa dirinya adalah hamba Tuhan, tugas mengajar merupakan panggilan Allah yang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Oleh sebab itu Guru Pendidikan Agama Kristen harus mempersiapkan dirinya sebaik mungkin sebelum mengajar bahkan memiliki hati dalam belajar, mengajar; dan yang terakhir guru Pendidikan Agama Kristen harus menjadi teladan bagi siswa serta bersahabat dengan siswa sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.

DAFTAR PUSTAKA

  1.  Nisma Simorangkir and Dosen STAKN Tarutung, “Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Pembentukan Karakter Anak Didik Melalui Proses Pembelajaran,” Jurnal Saintech (2013).
  2.  Sardiman, “Doc 16,” in Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar, 2007.
  3. Agus Kala’ Padang and Ivan Thorstein Weismann, “Pengaruh Keteladanan Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pembentukan Karakter Siswa Di SMP PGRI Marinding Kelas II” (2019): 143–149.
  4. E G Homrighausen, Pendidikan Agama Kristen (BPK Gunung Mulia, 2005).
  5. Arozatulo Telaumbanua, “Peranan Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Membentuk Karakter Siswa,” FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika (2018).
  6. A Hasan Saragih, “Kompetensi Minimal Seorang Guru Dalam Mengajar,” Jurnal Tabularasa (2008).

 

Selasa, 03 November 2020

Senin, 02 November 2020

RPP kelas 5 SD Pengorbanan Yesus Kristus

 Video RPP kelas 5 SD Pengorbanan Yesus Kristus Silahkan Klik di sini untuk mendownload:



PROFIL


 Nama                              : Korina Radja

Tempat Tanggal Lahir     : Molie, 19-06-1985

Alamat                             : Molie, Kec. Hawu Mehara, Prov. NTT

Agama                              : Kristen Protestan